Sabtu, 26 September 2020

MERTUA _ CERPEN

 " Diva, itu jangan dicuci pakai mesin! " " Ya, bu. " "Diva, masakannya sudah matang belum?" " Sambalnya ditambah garam sedikit" " Diva anakmu belum mandi" 

Treng treng treng. 

Setiap saat . Diva mendengar banyak perintah dan kritikan. Dari bangun tidur sampai menjelang beranjak malam. 

Cerewet batin Diva. Tetapi Diva diam saja. Dia tidak ingin ribut. Suami juga hanya diam saja saat istrinya dikritik pedas. Dia merasa orang tuanya yang paling benar. 

Diva sudah terbiasa tinggal dan mungkin dianggap sebagai istri yang harus mengabdi untuk keluarga total. Diva mendapat beban material dan moril. 

Tidak jarang suara mertuanya sangat keras membuat Diva malu. Pernah Diva menjemur pakaian dan jatuh terbawa angin kencang. Dengan kerasnya Ibu mertua berteriak. Kenapa kamu ceroboh. Baju itu sangat mahal. Diva minta maaf. Anak rewel juga ditegur tidak bisa mengurus anak. Pembantu dirumah juga sering jadi incaran kemarahan. 

Diva heran. Dia menjadi pemurung. Wajahnya layu. Dia terlalu banyak beban. 

" Ma, adik dimarahi nenek karena minta coklat lagi." " Ya, nanti mama belikan sendiri lagi. " Sore suami pulang setelah makan malam dia curhat tentang ibu mertua suami malah marah. Diva menangis. Dia putus asa. 

Diva melihat google dan insta ada lowongan perusahaan mencari desainer baju. Diva memberanikan diri menghubungi kontak person. Dia juga mengajukan lamaran dan tiga minggu kemudian ada balasan lewat email. Diva diterima. Diva belum bilang suami. Dia juga pamit mau ke tempat orang tuanya saat wawancara. Diva mengikuti dengan baik. 

Diva diterima. Rancangan bajunya sangat bagus. Dia minta ijin suami dan memaksa. Akhirnya diperbolehkan. Mertu Diva menolak mentah _ mentah. Tetapi Diva berdalih kalau dia ingin mengembangkan diri dan berani berargumen.

Diva berangkat kerja naik mobil. Karena dari ortu Diva sudah diberi hadiah mobil untuk pernikahan mereka. Suami sudah punya mobil sendiri. Dia mencium anaknya dan pamit berangkat. 

Diva maju dalam karir. Dia diminta untuk bekerja dicabang perusahaan yang ada si Paris sebagai konsultan desainer untuk kalangan pengusaha. 

Dia terbebas dari mertuanya yang tida menghargai  orang lain. Dia dihargai dikantor. Anak Diva ikut dengannya sementara suami masih tinggal di Indonesia. 

Penulis

Prihariyani,S.Pd.,M.Hum.

SMPN 3 Mranggen

Demak

Jawa Tengah


AKU INGIN MENANGIS _ CERPEN

 Sore itu Pak Udin iseng melihat profil mahasiswa yang ada dikontak WA. Dia melihat seorang anak yang sedang duduk diantara banyak orang. Tetapi kenapa Pak Udin langsung meneteskan air mata. Dia  iba. 

Mahasiswa itu dikerumunan banyak pencari kerja. Dia iba bagaimana seorang anak yang harus berjuang mendapatkan pekerjaan diantara jutaan pelamar. 

Dalam diri Pak Udin dia berdoa semoga mahasiswanya beruntung. Tidak mengalami kesulitan saat mencari pekerjaan. Semoga mahasiswa beliau cepat mendapat pekerjaan dan ilmu yang dimiliki berguna untuk akses mencari rizki. 

Entah kenapa profil anak itu masih dibayangan. Doa dari Bapak Dosen untuk dia dan teman 2 semua. 

Penulis

Prihariyani,S.Pd.,M.Hum.

SMPN 3 Mranggen

Demak

Jawa Tengah

BATU DIJALAN _ PUISI

 Jalanku lurus

Tekadku tegak

Melaju

Mendayung 

Kearah kebaikan

Beriring dengan keputusan

Dimana ada kebaikan

Disana ada keutamaan

Yang bermanfaat bagi kemaslahatan

Menepi kadang diri

Terdiam dalam angan

Maju terus ke depan

Bersama angan _ angan

Hujan badai

Riak dan gelombang 

Keadaan 

Seiring langkah kaki

Tetapi hambatan bukan halangan

Rintangan bukan kendala

Manakala 

Ada niat suci tuk sesama

Ada hasrat berbhakti tuk sesama

Batu itu kecil

Ucapan itu sederhana

Dibanding tekad diri

Jadilah yang baik

Berbuatlah yang benar

Bertekadlah untuk maju 

Karena akan banyak senyuman

Kebahagiaan diantara langkah _langkah perjalanan

Belajar dan selalu belajar 

Doa yang terus kami panjatkan

Maju bersama

Berguna bagi sesama

Bawa nama diri

Yang bermakna

Hidup untuk mengabdi 

Menebar aura positif

Tuhan telah menjanjikan

Pahala yang tak berkesudahan

Bila niat putih, hati suci hanya untuk sesama


Penulis

Prihariyani, S.Pd.,M.Hum.

SMPN 3 Mranggen

Demak

Jawa Tengah

HANA _ CERPEN

 Silo sedang menerima telfon dari temannya. Temannya bernama Jano. Mereka berbincang akrab. Mereka janjian bertemu dicafe dekat rumah mereka. 

Silo naik mobil ke cafe. Janto belum datang . Dia langsung masuk pesan kopi dan steak. 

Lima menit berikutnya Jano datang. Jano teman kecil Silo dikampung. Senang rasanya mereka bisa berjumpa. Silo sekarang jadi supplier suku cadang mobi. Jano memiliki bisnis pariwisata dikotanya. Keduanya sangat akrab. Pekerja keras dengan melihat kondisi mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu. 

Saat asik menikmati hidangan diseberang meja duduk perempuan cantik dan anak laki _ laki kecil yang tampan. Mereka menoleh  hampir bersamaan karena anak tersebut menjatuhkan sendok.  Saat menuju ke tempat cuci tangan Silo berpapasan. Dia seperti teringat dengan seseorang. " Kamu , Hana? " Ya, jawab Hana. Hana temanku SD ? 

" Ya , kamu siapa ? Aku Silo. Mereka bergabung dalam satu meja. Janu juga welcome dengan bergabungnya Hana dan anaknya. Janu dan Silo sepakat untuk mengadakan  reuni dikampung mereka yang lama tidak mereka kunjungi. 

Hana pamit sebelum mereka saling bertukar nomer kontak. Dia berlalu dengan anaknya. 

Dua Minggu kemudian. Silo datang kerumah Hana. Tetapi dia kaget karena disitu sudah ada mobil Janu. Silo mengurungkan niatnya. Sore hari Hana menghubungi Silo dia memberi undangan untuk menikah dengan Janu. Hana belum menikah. Silo saat itu juga belum menikah. Dia ingin menyampaikan lamarannya tetapi terlambat kedahulauan Janu. Anak kecil yang bersama Hana adalah keponakannya bernama Gwen. 

Ada rasa sedih tapi dia sabar dan iklas atas takdir dari Tuhan. 

Penulis 

Prihariyani, S.Pd.,M.Hum.

SMPN 3 Mranggen

Demak

Jawa Tengah

Senin, 21 September 2020

LEK MARJIYEM _ CERPEN

 Lek Marjiyem adalah seorang Ibu beranak satu yang cantik, rapi dan selalu harus tampil sempurna. Suaminya  , bapak  Tono seorang pegawai ditoko Snack dikotanya. Sementara anaknya masih SMP bernama Neni.

Lek Marjiyem sendiri pekerjaannya berjualan gethuk didepan rumah. Pagi dia sudah menyiapkan sarapan untuk keluarga. 

Pak Tono pamit berangkat naik sepeda motor. Neni naik sepeda. Mereka selalu berkomunikasi dalam Bahasa Inggris sebagai selingan. Pak Tono :Bye darling. 

Ibu Yem: Yes, take care darling. Neni: Bye Mom. Ibu Yem: Ok honey, study hard yaa. 

Pagi itu Lek Yem telah dikerubuti tetangga yang mau beli gethuk. Ada gethuk singkong wur, jongkong,cothot, lopis, ketan hitam dll. 

Tetangga sangat senang karena gethuk Lek Yem super lezat dan bersih. Juga penjualnya sangat bersih dan rapi. Dan yang pasti kalau membeli bicara dengan Bahasa Inggris akan diberi bonus gemblong dua iris. Mereka semangat. 

Lek Yem mulai action. Good Morning, father , mother , brother and sister and all. Gethuk Lek Yem is ready. Please stay in line and quee.  Selamat pagi semuanya gethuk Lek Yem sudah siap. Antri yaa. Yes. Mereka menjawab . Satu demi satu pembeli dilayani dengan ramah. Dan dalam waktu dua jam gethuk selalu ludes.  Thank you. Tomorrow again yaa.Makasih. Besok lagi yaa. 

Setengah jam dagangan Lek Yem sudah habis. Tetapi Lek Yem sudah beli bahan baku jualan untuk satu Minggu. Dia menghitung keuntungan hari itu. Sebagian ditabung dan di masukkan infak RT. 

Siang hari rumah lek Yem adalah tempat curhat ibu 2. Mereka curhat tentang masalah keluarga, dengan saudara, tetangga yang menyebalkan, masalah keuangan, air macet, arisan dll. Tetapi kalau acara ini Lek Yem tidak mewajibkan pakai Bahasa Inggris.

Lek Yem mendengarkan dengan cermat dan memberi solusi. Bahkan kalau ada yang berselisih mereka minta bantuan Lek Yem. 

Lek Yem memang figur sederhana tetapi bermakna bagi tetangganya. Dia bicara ceplas ceplos tetapi sederhana dan mudah dikerjakan. Tak jarang dirumah Lek Yem banyak kiriman makanan dari tetangga. Mereka berterimakasih atas solusi yang diberikan. 

Lek Yem tiada duanya disana, selalu mengena dihati orang lain. Lek Yem pakai Bahasa Inggris agar masyarakat jangan takut menggunakan Bahasa asing dalam berkomunikasi. I love u all. Itu kata 2 Lek Yem saat menutup sesi curhat dirumahnya. 

Penulis

Prihariyani,S.Pd.,M.Hum.

SMPN 3 Mranggen

Demak

Jawa Tengah





TERGODA _ PUISI

 Baik orang disangkakan

Lembut kata

Tulus hati

Baik orang diperkirakan

Busana rapi

Attitude tinggi

Baik orang disangkakan

Peduli

Teliti 

Rela berkorban

Dalam perjalanan

Meniti masa

Perjalanan sesaat

Menghitung hari bulan dan tahun

Yang di sangkakan 

Mutiara 

Ternyata 

Sirna

Tanpa pupuk

Yang sedap dipandangan

Ternyata pudar  dalam tampilan

Attitude yang tinggi

Hilang berjalannya waktu 

Saat yang diharapkan tiada 

Hati 2 dengan godaan

Tetap jaga diri dengan teguh iman

Mendekat belum tentu dekat

Menjauh belum tentu acuh

Selalu dekatkan diri pada Tuhan

Mohon bimbingan


Penulis 

Prihariyani, S .Pd , M.Hum.

SMPN 3 Mranggen

Demak

Jawa Tengah





LUKISAN TUA _ CERPEN

 Ku amati

Alangkah indah

Lukisan berisi pemandangan

Taman yang begitu indah

Terpana akan hebatnya pelukis yang membuat

Tergetar saat meneliti satu demi satu 

Desain yang anggun

Sempurna ditatap

Memunculkan rasa kagum

Menorehkan

Kebanggaan

Tercipta sebuah karya 

Dari ketulusan pembuatnya

Muncul ide brilian dari Maha Karya

Lukisan tua itu

Hadiah dari Ayah

Ayah tahu 

Aku suka karya seni 

Beliau pesan pada rekannya 

Untuk membuatkan aku

Sebuah lukisan yang merefleksikan cinta orang tua 

Kepada anaknya

Mahal harganya tetapi tetap dibeli

Hingga ingin ku tatap terus saat rindu pada Ayah  


Penulis 

Prihariyani,S Pd ,M.Hum.

SMPN 3 Mranggen

Demak

Jawa Tengah




LEBARAN _ CERPEN

 Pagi yang cerah tanggal 2 Mei 2022. Hari pertama lebaran tahun 2022. Pandemi covid sudah berlalu. Hari yang dinanti banyak umat muslim di d...