Jumat, 29 Januari 2021

TAK DISANGKA DAPAT UNTUNG _ CERPEN

 Karnadi naik sepeda motor butut. Dia boncengan dengan temannya Fahrul. Karnadi melewati jalan pagi hari itu ke jalan yang tidak biasanya sepi, semak belukar dan hutan lebat juga bukit 2 terjal. Fahrul heran. Kenapa tidak biasanya mereka melewati jalan itu kalau berangkat kerja. Kata Karnadi dia mau ambil mangga matang dipinggir jalan milik pakdenya yang pelit. 

Di perjalanan mereka mengobrol dan berkhayal seandainya jadi orang kaya. Tidak seperti sekarang. Bekerja bangunan panas dan dahaga dengan gaji yang masih minim. Terkadang habis buat bensin dan makan dua kali . Fahrul tidak pernah membantah ucapan Karnadi karena pasti dia akan salah. Karena Karnadi merasa lebih pandai fan bisa dibanding yang lain. Lho, apa itu. Mereka melihat ada uang berceceran dijalan dan tas plastik kresek warna biru. Karnadi dan Fahrul langsung turun. Mereka mengucek 2 mata apakah mimpi. Tetapi tidak bermimpi. Mereka mengumpulkan uang itu. Banyak sekali ratusan ribu,lima puluhan ribu, dua puluh ribu , sepuluh ribu, lima ribu, dan seribuan. Mereka bingung karena itu dihutan tidak tahu siapa yang kehilangan. Tiba 2 ada seseorang mendekat mereka bercerita dan memberi kepada orang tersebut sejumlah uang. Orang itu kaget dan berterimakasih. Dia mencium tangan Karnadi dan Fahrul. Mereka berdua geli. Baru kali ini dihormati orang gara 2 uang tadi . Mereka tidak jadi berangkat ketja pulang ke rumah dan membagi uang itu sama rata. Karnadi beli sepeda motor , tv  dan HP. Fahrul memperbaiki rumahnya dan beli baju untuk dia juga saudara 2nya. 

Lama berselang. Fahrul diminta membeli alat 2 bangunan sama bos nya pak Ganjar. Fahrul pergi ke toko langganan kantor / proyek. Sambil menunggu dilayani. Fahrul duduk dan main HP. Lho apa itu. Ternyata ada dompet jatuh. Uang berhamburan banyak sekali. Fahrul menyerahkan uang itu ke pemilik toko kalau nanti ada yang mencari. Pemilik toko memberi hadiah satu set keramik dapur beserta isinya untuk Fahrul. Fahrul menolak tetapi dipaksa. Dalam hati dia bersyukur. Ternyata dompet itu kepunyaan pemilik real Estate terkenal dikotanya. Didalamnya banyak ATM dan surat 2 berharga selain uang yang banyak tadi. 

Malam hari Karnadi mengajak Fahrul beli mie goreng dan nasi goreng mereka nongkrong sebentar. Sambil menikmati makanan dan cuci mata. Hand Phone Fahrul berdering dari pacarnya Giovani. Gio memberitahu kalau Fahrul dapat panggilan kerja sebagai marketing di Perumahan Graha Victoria. Fahrul dihubungi adiknya dari tadi HP off. Ternyata minta thetering Karnadi baru bisa. Fahrul melompat. Pembeli dan pemilik warung kaget. 

Mereka membahas rejeki tadi. Fahrul berjanji akan mengajak Karnadi bekerja jadi staffnya karena pekerjaannya banyak. Diperjalanan mereka melihat kertas warna merah dijalan. Mereka berhenti. Ternyata mereka menemukan uang  dua lembar seratusan. Mereka kaget lagi. Bingung mau diapakan uang itu dibagi dua. Dalam hati mereka senang. Karena mereka dipotong gaji  pernah tidak berangkat sebab banjir. 

Pulang mengantongi uang seratus ribuan. 

Penulis 

Prihariyani, S Pd ,M.Hum.

SMPN 3 Mranggen

Demak 

Jawa Tengah 



Rabu, 27 Januari 2021

SALAM DARI BALI - CERPEN

 Jeny berjalan memnyusuri kampus. Gedung megah yang akan menjadi sarana dia memperoleh ilmu untuk diterapkan didunia kerja. Dia berjalan sambil mengomel  dalam hati karena temannya berisik dari tadi  menceritakan pacarnya yang belum jemput. Jeny pulang naik motor.

Perjalanan ke rumah ditempuh lima belas menit ke kampus. Jeny makan siang. Dia melanjutkan istirahat siang. Saat bangun dia mendapat pesan WA. Dia melihat siapa itu? Kemudian dia baca isi pesan itu. Ternyata pesan itu dari temannya di sekolah. Dia bernama Dino  dan bekerja di Biro Wisata di Bali. Dino  mengirim pesan dan menyampaikan salam untuk Ibunya Jeny. Ibu Lupita yang bekerja sebagai guru . Ibu Lupita pernah mengajar Dino. Saat studi wisata Dino tidak ikut karena ada sesuatu hal. Dengan pertolongan Ibu Jeny akhirnya  Dino bisa ikut. 

Jeny tidak pernah tahu hal itu. Saat makan malam Jeny menyampaikan salam dari Dino untuk Ibunya. Ibu Lupita tersenyum. Beliau tidak ingat apa yang sudah dikerjakan. Sudah puluhan tahun yang lalu. Dino mengirim salam dan mengirim emot menangis karena ingat hal itu. 

Sekarang Dino bisa berkeliling Indonesia. Dia kangen dengan Ibu Lupita. Ibu Lupita hanya berdoa semoga Dino sukses, sehat dan bahagia serta selalu dalam lindungan Allah. Amin.

Penulis 

Prihariyani,S.Pd.,M.Hum.

SMPN 3 Mranggen

Demak

Jawa Tengah


Minggu, 17 Januari 2021

ANAK KOS _ CERPEN

 Wah sudah pukul 4.30. Pri harus segera bangun. Dia berdelapan di kos itu. Kamar depan 4 kamar belakang 4 anak. Semua putri. 

Ibu kos sudah masak. Mereka bertegur sapa. Teman 2 yang lain juga sibuk dengan aktifitas masing 2. Pri ambil beras satu gelas lalu dimasak dalam panci kecil diberi air istilahnya ditim. Jaman itu belum ada magic com. Menunggu 30 menit Pri belajar dan menyiapkan seragam hari itu. Nasi matang , sayur tumis kol, wortel dan unclang sledri dipanasakan dengan wajan. Itu adalah menu sepanjang masa. 

Setelah mandi sarapan pagi. Nasi dibagi 3 untuk makan pagi, siang dan malam. Mereka siap bareng 2 ke sekolah di SPGN Semarang. Setelah siang pulanglah mereka kadang bisa bareng kadang sendiri 2 karena kegiatannya beda2. 

Tidur siang, mencuci baju. Dan bincang 2 dengan teman 2. Malam tiba perut sudah lapar. Teman 2 beli bakso. Pri uangnya tidak cukup jadi dia tidak beli. Teman 2 menawari tetapi Pri tidak mau merepotkan. Dia keluar membeli gorengan didepan kos. Kalau malam murah dan bonusnya banyak. Lumayan untuk isi perut. Pecel, kolak, gorengan biasanya diberikan penjual kepada Pri dan teman 2yang kadang pengin beli. Perut kenyang terisi makanan. 

Malam hari lanjut belajar dan mengerjakan tugas 2 . Jendela kos adalah tempat favorite Pri untuk merenung, berkhayal tentang masa depan. 

Siang itu teman 2 sudah bayar uang kos  Tapi Pri belum karena belum diberi uang sama orang tua.Kadang sampai dua bulan. Tetapi bapak dan ibu kos tidak pernah marah. Mereka maklum kami keluarga besar dan masih bersekolah semua. 

Hari 2 berlalu , kenangan itu terus ada. Gembira, sedih dan semangat menggapai cita 2 terukhir disini. Alangkah indah. Memberi pelajaran yang sangat berharga. 

Penulis 

Prihariyani, S.Pd ,M.Hum.

SMPN 3 Mranggen

Demak

Jawa Tengah


Kamis, 14 Januari 2021

COBAAN _ PUISI

 Dalam tapak waktu

Antara kehidupan

Ada canda

Ada tawa

Bahagia 

Bersama rekan 2 tercinta

Seiring jalan

Semua berlalu 

Ada yang harus sakit 

Isolasi mandiri

Keluarga 

Sanak saudara 

Merasakan 

Ketakutan luar biasa 

Tidak nampak tapi nyata 

Tersembunyi 

Tetapi harus dijelaskan 

Kasihan

Menunggu dalam sakit 

Cemas tak berkesudahan

Ya Allah ya Rab 

Maafkan kami 

Jika ada khilaf tutur kata 

Atau tindakan tidak terpuji 

Ya Allah 

Lindungi kami 

Selamatkan kami 

Ampunilah kami 

Dari musibah ini 

Semua kami pasrahkan kepadaMU ya Allah 

Yang maha segalanya 

Siapa kami 

Tidak berarti 

Debu kecil 

Yang tak berdaya 

Lautan ampunanMU Kami nantikan 

Keselamatan bagi kami semua 

Amin

Penulis 

Prihariyani , S.Pd.,M.Hum.

SMPN 3 Mranggen

Demak

Jawa Tengah




Senin, 11 Januari 2021

HILANG - CERPEN

 Anak - anak berlari keluar karena hujan. Mereka adalah anak - anak ditepi pantai kota Semarang. 

Senang hati anak - anak karena bisa bermain bebas dengan teman 2 nya. Tapi tiba - tiba petir menyambar. 

anak - anak kalang kabut. Mereka langsung masuk ke sebuah rumah kosong. Hujan bertambah lebat dan sore menjelang tetapi anak - anak tidak berani keluar mereka takut dengan petir. Bertiga Hendra, Kusuma dan Jaya tertidur. Tiga jam berlalu.

Orang kampung gempar. Orang tua ketiga anak itu bingung. Mereka mencari kesana kemari dan bertanya - tanya. Ibu mereka menangis dirumah , ayah mereka ada yang belum pulang. Mereka mencari bersama - sama. Tetapi usaha mereka sia - sia. 

Pulang dengan tangan hampa. Malam semakin larut , anak - anak terbangun. Mereka berlari keluar tetapi tidak bisa menemukan jalan pulang. Perut mereka lapar. Mereka terus berjalan , Jaya menangis karena ingat ibunya. Hendra dan Kusuma menguatkan Jaya. Tiba - tiba mereka mendengar suara orang bercakap - cakap. Mereka bersembunyi dibelakang pohon. 

Semakin dekat terdengar suara orang melangkah. Ketiga anak itu gemetar. Takut dengan kedatangan orang 2 tersebut. Rombongan itu lewat . Hati dag dig dug dan takut. Anak 2 mengintip tapi salah satu terpeleset. Tampak lima orang hitam besar dan tanpa baju hanya pakai sarung. Menengok ke arah anak 2 itu. Mereka menatap tajam. " Hey, kenapa kamu di situ?" " Ayo keluar!"

Mereka menangis minta maaf. Tiba - Tiba mereka dibopong pulang. Mereka berteriak - teriak. 

Tetapi kelima orang itu tidak bicara apapun. Mereka terus membopong ketiga anak itu keluar sampai keluar dan bertemu kampung mereka. Setelah tiba dikampung yang terang anak 2 itu dilepaskan. 

Mereka berlari  ke rumah. Kelima orang itu meanjutkan pergi ke kampung lain tanpa berucap apapun. 

Anak - anak kapok tidak akan keluar rumah lagi dan pergi jauh.

Penulis

Prihariyani, S.Pd.,M.Hum.

SMPN 3 Mranggen

Demak

Jawa Tengah



BINGUNG _ CERPEN

 

Malam sunyi mencekam. hanya ada suara jangkrik dan nyamuk. keluarga itu sudah terlelap tidur. 

Pagi hari mereka jalan - jalan keluar kota.. Anak - anak ada yang marah karena tidak diberi uang. 

Mereka bertemu dengan banyak orang dan menyapa seperti sebuah asrama. Banyak orang berkumpul dan berbincang - bincang tantang segala hal.


Ibu Imelda tersenyum karena banyak yang menyapa dan berjabat tangan. Ibu Imelda mengingat siapa saja mereka. Di antara mereka ternyata pernah diberi materi tentang motivasi 

Ibu Imelda masih lanjut melangkah , dia menoleh ternyata banyak yang sakit. Ibu Imelda melepaskan diri dari rombongan wisata dia naik becak. Teman 2 nya bingung

Ke sana kemari tapi dia terus melangkah. Dia seperti  bertemu dengan nyala sebuah cahaya yang menuntunnya. Dia tetap melanjutkan perjalanan naik becak. Tetapi malam itu sunyi. Angin berhembus dengan kencang. Dia sampai tujuan. 

Lega rasanya Ibu Imelda bisa bertemu kembali dengan keluarganya. Teman2 nya dilanda resah. Mereka masih kocar _ kacir tanpa arah. 

Tiba dirumah Ibu Imelda bersyukur dan berdoa atas peristiwa yang sangat menyesskkan. Ditinggal pergi rombongan. 

Penulis 

Prihariyani,S.Pd.,M.Hum.

SMPN 3 Mranggen

Demak

Jawa Tengah






Kamis, 07 Januari 2021

PJJ _ CERPEN

 Bu  Fiona berlari keluar. Dia mengejar siswanya yang datang. " Gio ,sini!" "Ya, Mrs."

Mereka bercakap _ cakap sebentar. Gio tidak bisa mengikuti PJJ karena HP dibawa ayahnya bekerja. HP dirumah hanya satu. Ayah dia baru pulang pukul lima sore. 

Gio sedih. Ayahnya penarik gojek jadi harus membawa HP. Siang itu Gio menangis karena karena dia tidak bisa ikut pelajaran lagi. Solusi diberikan sekolah bahwa Gio bisa mengerjakan pada malam hari. 

Pada saat PJJ anak 2 bermacam 2 yang dikerjakan. Ada yang hanya presensi. Ada yang hanya  mengerjakan tugas tapi tidak presensi. Ada yang presensi sudah terlambat atau malah mendahului. Ada yang tidak ikut tetapi membuat status di WA dan story di FB. 

Terkadang guru harus mengumumkan berulang kali di GC dan WA group agar anak 2 ikut. 

Sore itu Ibu Fiona membuat jadwal Zoom Meeting dengan siswa dan orang tua kelas 9 A. Ibu Fiona sudah menshare jadwal Room Meeting dan Pass Word. Juga berpesan agar semua ikut tidak terkecuali. 

Malam menjelang. Jadwal Zoom Meeeting pukul 19.30 sudah berlalu. Sampai pukul 20.00. Anak 2 dan orang tua ada yang japri dan telepon Ibu Fiona. 

Ternyata Ibu Fiona tertidur. Dia lupa dan kebablasan tidur. Dia terbangun saat anaknya Levi mengetuk pintu dan mengajak makan malam keluarga . 

Ibu Fiona buka HP dan meminta maaf digroup / juga japri ke siswa dan orang tua. 

Penulis 

Prihariyani,S.Pd ,M.Hum.

SMPN 3 Mranggen

Demak 

Jawa Tengah


HADIAH _ CERPEN

 Rita senang sekali karena hari itu dia mendapat hadiah anting dan kalung   emas. 

Harga sekitar keduanya dua juta lima ratus ribu rupiah. Adam juga senang mendapat dua emas antham seharga hampir sama. 

Mereka berdua bahagia. Rita lalu diajak mampir oleh tantenya ke saudara yang lain. Disana dia membagi 2 uang untuk yang membutuhkan. Semua terkejut, menangis dan senang. Lalu pulang ke rumah diberi oleh 2 pisang. 

Sore itu tante Rita pergi ke saudara lainnya yang membutuhkan. Dia memberi uang untuk acara pengajian. Suaminya tidak dapat melihat lagi. Dia sangat senang dikunjungi. Malamnya tantenya Rita dan Rita dikirimi sepuluh lontong dan sambal goreng yang sangat nikmat. 

Indahnya berbagi. 

Penulis

Prihariyani,S.Pd.,M.Hum.

SMPN 3 Mranggen

Demak

Jawa Tengah

Sabtu, 02 Januari 2021

JENDELA KAMPUS RUANG 202 _ CERPEN

 Kuliah Bahasa Inggris I dimulai. Mahasiswa yang sudah menunggu siap 2 menyapa dosen yang masuk. Siang Mrs. Siang anak _ anak. Mereka duduk dengan tekun. 

Dosen membuka Kuliah tetapi diruang sebelah ada Makul Pendidikan Agama. 

Dosen makul tersebut menerangkan dengan suara keras hingga terdengar di ruang 202. Terkadang dosen tersebut mengaitkan dengan hal 2 yang lucu sehingga mahasiswa banyak yang tertawa dan terhibur termasuk mahasiswa yang ada diruang 202. Ikut 2 an tertawa gembira. 

Tengah pelajaran ada quiz untuk mahasiswa . Mereka sangat antusias ikut. Tiba _ tiba dijendela luar ada tangan membentuk love. 

Dosen mengamati diam saja. Mahasiswa yang didalam juga mengamati. Tetapi anaknya bersembunyi. Hanya tangan yang terlihat. 

Mahasiswa diluar ramai dan bersenda gurau karena ruang 203 kuliah hanya 2 SKS. Tiba _ tiba ada suara. "Mrs lihat." Dosen pun melihat ada tangan membentuk love." Halo Mrs ayo lihat."  Mahasiswa yang didalam ada yang tersenyum ada yang terganggu tetapi ikut tersenyum. 

Taraaaa. Mahasiswa yang bersembunyi tadi menunjukkan cinta dan tangan berbentuk love dijendela  dekat pintu. Dosen itu masih heran. Mrs ini cinta untuk Mrs. Wahhh . Semua mahasiswa tertawa dan melihat ekspresi dosen tersebut. 

Dosen tersebut hanya menjawab terimakasih. 

Dia tahu kalau mahasiswa tadi menggoda dan bercanda. Dan itu sering dia lakukan . 

Tetapi Dosen tersebut menganggap anak itu adalah putranya sendiri. Karena usianya sama dengan anak 2 nya dirumah. 


Penulis 

Prihariyani, S.Pd.,M.Hum.

SMPN 3 Mranggen

Demak 

Jawa Tengah 

RUWET_ CERPEN

 Ambar sedang mencuci baju. Dia melihat ke depan pagar. Ambar jengkel karena sampah tetangganya dibuang didekat rumahnya. Ambar diam saja. 

Ambar berangkat kerja. Dia bekerja dipabrik tekstil sebagai buruh kontrak. Tetangga kontrakan Ambar kebanyakan juga bekerja dengan tingkat sosial hampir sama. Ambar tidak betah tapi memang tempat itu yang paling dekat dan agak terjangkau harganya. 

Hari libur adalah hari yang paling menjengkelkan karena Ambar harus bertemu dengan tetangga yang menjengkelkan.  Sandal didepan rumah , pohon yang berbuah , jemuran,helm, sepeda, piring dll. Hampir tiap hari ada keributan. Ibu 2 menggosip dan di labrak yang lain, berdebat tanpa ujung dan endingnya bermusuhan. Saling meninggikan bicara dan sombong membuat lingkungan tidak nyaman. 

Ambar sedang menyetrika diruang tengah tiba _ tiba tetangganya datang. Dia bernama Ibu Kurni.  Ibu  Kurni paling galak dikampungnya. Dia tiba _ tiba marah ke Ambar katanya air cucian yang dibelakang rumah meluber ke tempatnya. Ambar sudah merasa membuang dengan baik tetapi difitnah. Ambar jengkel. Ibu itu kurang kerjaan itu bukan  air cucian saya. Saya tidak mencuci hari ini. 

Bu Kurni sudah gembar gembor tidak karuan. Didepan rumah dan memalukan. 

Ambar jengkel. Ambar makan siang tiba _ tiba tetangganya membunyikan lagu dengan keras sampai satu gang mendengar semua. Anak 2 kecil juga berlarian tanpa alas kaki dan makan minum dibuang sembarangan.  Ambar naik motor keluar sore itu tetapi dicegah oleh pak RT katanya Ambar diminta mewakili lomba tenis meja. Ambar mau tetapi Ambar berpasang dengan tetangganya bu Jemi. Bu Jemi orang yang paling sombong sekampung karena agak lumayan ekonominya. Punya usaha jualan gas. Kalau diajak latihan bersama tidak mau. Pertandingan dalam rangka hari ini dimulai. Ambar datang. Suporter dari RT banyak yang datang juga. Tua muda besar kecil siap mendukung. Mereka membawa air minum satu termos besar , arem 2 dan kue ganjel ril. Tak lupa bakwan jagung dan kerupuk sambel. 

Panita mengecek peserta. Pak RT melapor.kalau bu Jemi sedang ďalam perjalanan.  Pak RT mengambil undian. Ambar dan bu Jemi harus maju pertama. Bu Jemi dihubungi lewat WA tidak bisa. Anaknya memberitahu kalau Ibunya baru beli seragam olah raga baru di Butik Rita Simpang Lima. Warga geram. Dan Ambar telah di diskualifikasi karena pemain satunya tidak hadir sudah dipanggil tiga kali. Warga jengkel akhirnya mereka mengomel dan makan bareng disana dengan malu dan marah. Ibu 2 yang lain tidak bisa main tenis. Mereka pulang. 

Sampai digang bu Jemi datang dia dilabrak sama Ibu 2 dan anak 2 bersorak 2 mengejek. 

Rame. 

Pak RT malu warganya tidak tanggung jawab. Ambar diam saja dia pulang menuju kontrakannya. 

Pagi hari Ambar berangkat kerja Ambar melihat tetangga kontrakan dikejar penduduk dari tempat lain karena mengambil rokok diwarungnya. Mereka kejar 2 an seperti film Cow Boy. Ambar hanya diam dia takut kalau kena sasaran. Dua menit kemudian sudah ramai mereka ribut. 

Ambar ditempat kerja sangat suntuk memikirkan tempat tinggalnya. Dia mau pindah uang tidak punya. Ambar pulang , hari itu dia dapat upah mingguan. 

Dia naik motor dengan pelan ingin rasanya nanti saja pulangnya. Dia tidak suka. Ambar mampir beli Mie Ayam. Segar dan enak rasanya. Badan dia jadi semangat saat makan Mie Ayam , es teh dan kerupuk. 

Melanjutkan perjalanan ke rumah Ambar bertemu dengan bapak 2 yang lagi menyabung ayam. Ambar tidak bisa lewat. Tetapi mereka masih tidak peduli saking asiknya bermain sabung ayam. Tempat yang kumuh. Banyak kotoran dibiarkan. Dia menyapa dan membunyikan motornya dengan agak keras. Mereka menepi. Wajah mereka tidak suka tetapi Ambar cuek saja. 

Pak RT berkali 2 mengingatkan tetapi warga masih bandel. Kerja Bhakti tidak pernah ikut. Sehari 2 hanya mengerjakan hal 2 negatif warganya. 

Ruwet. Ambar berpikir memang dia tinggal ditempat yang salah. Dia pindah cari pekerjaan lain ditempat yang lebih baik. 

Dia meninggalkan kota itu dengan kenangan dan pelajaran berharga arti memilih tempat tinggal dan lingkungan yang baik. 

Penulis

Prihariyani, S.Pd.,M.Hum.

SMPN 3 Mranggen

Demak

Jawa Tengah 

LEBARAN _ CERPEN

 Pagi yang cerah tanggal 2 Mei 2022. Hari pertama lebaran tahun 2022. Pandemi covid sudah berlalu. Hari yang dinanti banyak umat muslim di d...