Kamis, 29 Juli 2021

BU SUKAR_ CERPEN

 Anjeli berlari ke arah penjual cilok. "Lek beli Cilok tiga ribu sedikit saosnya ya!" "Ok kak ." Belum selesai diberikan ke Anjel datanglah bu Sukar. "Lek , itu aku dulu ya, anakku selak pengin!" Sambil mengambil cilok dipanci dan makan beberapa. "Lho kok agak asin." "Besok lagi dikurangi garamnya Lek!" Berapa ini?" "Punya mbak Anjel , bu." "Aku dulu saja, anakku rewel kok!" " Tiga Ribu bu." " Dua Ribu saja, uangku kurang." Lalu bu Sukar pergi membawa cilok itu. Tak lupa dia minta tambah saos. Anjeli dongkol tapi dia sabar . "Maaf mbak." " Ya lek tidak apa _apa." Memang dia kebiasaan seperti itu. 

Bu Sukar sampai dirumah. Anaknya senang dibelikan Ibunya. " Ini sayang,kesukaanmu,cilok." " Banyak sekali bu.""Ya, Ibu beli banyak kok ." "Terimakasih bu." " Ok." 

"Permisi, bu Sukar , Ibu dipanggil nenek saya ke rumah!" " Maaf Reno, bu Sukar lagi sibuk bisnis." "Tapi kata nenek Ibu diminta sebentar kesana!" " Lah repot amat , bilang sama nenekmu bu Sukar mau Google Meet jadi tidak ada waktu." " Google Meet tentang apa bu ?" " Ehhhh apa urusanmu ? "" Anak kecil kok kepo." " Ya sudah bu ini catatan darj nenek ,katanya Ibu pinjam beras lima kilo belum dikembalikan, nenek berasnya nau habis bu." "Habis kok laporan, kalau aku memang belum sempat mengembalikan, dipinjami beras baru beberapa menit sudah bingung." Reno keluar dia malas berurusan dengan wanita itu. "Dasar orang aneh ." 

Ibu _ Ibu PKK berencana piknis tipis _ tipis karena sudah jenuh dirumah. Mereka berkumpul dirumah bu Manto. Bu Sukar datang terakhir pakai baju baru menyala dan sandal high heel. " Kok baru datang bu Sukar , rapat sudah mulai dua jam yang lalu." "Hasilnya apa, Kok tidak nunggu aku dulu?" " Ibu ditunggu tidak datang 2 dan semua sudah hadir." "Keputusan rapat ini wisata akan dilaksanakan Sabtu depan saat hari libur, iuran wisata seratus ribu termasuk 2 kali makan dan tiket masuk. " 

" Mahal amat!" "Aturan darimana itu?" "Seharusnya makan dua kali dan snack satu kali." " Tidak cukup uangnya bu." " Sini, aku saja konsumsinya, begitu saja tidak pecus! "" Ibu bisa mengusahakan? Karena rencana akan pesan dari catering Ibu 2 disini." " Tidak usah catering segala malah mahal ." 

Akhirnya Ibu _ Ibu sepakat untuk menyerahkan konsumsi ke Ibu Sukar." Uang akan kita berikan hari Rabu njih bu ." " Ya, secepatnya memang persiapan itu gampang." Ibu _ Ibu saling berpandangan mereka was was tapi tak berani mengatakan. Hari Rabu uang sudah ditangan bu Sukar. Ibu _Ibu gembira menanti saat wisata dengan teman 2 . Mereka persiapan baju,tas ,sandal ,topi , kacamata baru. 

Hari yang ditunggu datang. Sabtu pagi jadwal keberangkatan wisata Ibu _Ibu . Pagi _pagi mereka sudah dibis ada yang lengkap satu keluarga tapi banyak yang hanya dengan anaknya." Kurang siapa ini?" Kurang bu Sukar . Bu RT menelpon bu Sukar tapi HP off. Anak _anak remaja turun dan lari ke rumah bu Sukar karena pengin segera berangkat. Didepan rumah bu Sukar anak _anak melihat pintu ditutup. MPagar juga dikunci dari luar. Anak _anak melompat karena pagar pendek dan rumah kosong. Bu Sukar pergi kata mbah Rozad  sebelahnya ke luar kota selama satu Minggu. Lah , anak _ anak kaget dan melapor ke bis. 

Rombongan panik. Karena uang dibawa bu Sukar. Mereka marah,sedih,jengkel tidak karuan. Bu RT juga bingung dengan tingkah bu Sukar. Akhirnya mereka sepakat melanjutkan perjalanan pakai uang bu RT dulu. Didalam bis Ibu 2 lega. Karena kebanyakan sangunya mepet. 

Tibalah mereka ditempat wisata. Masuk ditempat yang sangat indah wisata kota Ibu 2 dan keluarganya menyebar menikmati suasana wisata dan menyegarkan pikiran. Mereka berfoto baik selfi atau dalam rombongan. Gaya mereka tidak kalah dengan influncer dan artis Ibu kota. 

Bu Renggo duduk ditaman dengan beberapa Ibu 2. Mereka mengamati ada pengamen disana. "Lho ,itu bukannya bu Sukar?" " Ya,benar,suara bu Sukar itu. Bu Sukar  masih asik mengamen tidak memperhatikan rombongan Ibu 2 tetangganya. Ibu 2 menunduk saat bu Sukar mendekat mereka dan didepan meŕeka bu Sukar mengamen. Tapi bu Sukar tahu salah satu anak itu Reno yang dia marahi. Bu Sukar lari kejalan raya dengan kencang. Ibu 2 melongo. Mereka meneteskan air mata. Mau berteriak mengejar tidak tega. Sampai sekarang bu Sukar tidak diketahui rimbanya. Rumah kontrakan ditinggalkan begitu saja. Anaknya ikut ortu bu Sukar. 

Penulis

Prihariyani,S Pd.,M.Hum.

SMPN 3 Mranggen

Demak

Jawa Tengah


 

Selasa, 27 Juli 2021

CURUT _ CERPEN

 Feti bergegas menuju pasar. Dia kesiangan karena semalam anaknya demam. Jalan kaki hanya lima menit dari rumah. Feti segera menuju dipasar dekat rumahnya. Penuh sekali pasar hari itu . Dia ingat ternyata hari libur. 

Pertama Feti menuju kios sayur langganannya. Dia beli terong,sawi putih,cabai,bawang merah,bawang putih dan bumbu pawon. Bergeser dia membeli macam 2 lauk, bakso,nugget,ayam dan ikan asin. Pasar itu ramai pembeli. Feti bertemu dengan tetangga yang juga belanja disana. Bertegur sapa sebentar Feti melanjutkan belanja. 

Dia capek pergi ke kios buah. Memilih beberapa buah yang dipesan anak 2 nya. Karena belanjaan banyak Feti menaruh belanjaan dipojok kios yang kosong. Dia memilih buah 2 an itu dan menimbangnya. Ingat bahwa Feti harus beli kaos untuk anaknya nomer empat. Feti memiliki enam anak masih kecil _ kecil. Dirumah mereka dengan asisten rumah tangga. 

Ditoko pakaian Feti asik memilih baju dan kaos hampir satu jam. Dia keluar toko. Duduk sebentar karena capek. Tiba _tiba dia melihat ada ibu 2 setengah tua melihatnya dia sorot agak benci dan mengamuk ke arahnya. Badannya tinggi, wajahnya hitam dan rambutnya acak 2 an. Feti takut mau menyingkir dihalangi oleh wanita itu dan temannya. Feti bergidik. Perempuan itu terus menyerangnya dengan pandangan dan kata 2 tidak jelas. Feti tidak berani memandang mereka. Dia takut. Setelah lima menit Feti ketemu tetangganya dan ditegur. Feti senang dia mengikuti tetangganya tapi tidak berani bercerita karena wanita itu masih buas melihatnya ingin menerkam dan menjahatinya. Feti bergeser jauh mengambil belanjaan. Lho kok hilang belanjaannya. Dia bertanya kepada pedagang tidak tahu. Kelihatannya tadi diambil dua wanita. Feti sedih dan hampir menangis. Dia hanya bawa buah dan kaos. 

Feti pulang dia beli sayur matang. Sampai dirumah Feti ketakutan mengingat wajah dua orang itu. Feti  cuci muka dan sholat. Dia benar 2 takut. Dia cerita dengan suaminya. Suaminya menasehatinya lain kali minta temani asisten atau suami kalau belanja. 

Sore hari saat santai dan minum teh juga menikmati kue bareng 2 . Anak 2 menunjukkan berita dari ponsel mereka kalau dipasar itu ada yang tertangkap karena merampas dompet pengunjung siang tadi. Jam 11 an, pas Feti ditakut_takuti dua wanita disana. Saat melihat wajahnya benar tadi yang dia lihat. 

Feti bersyukur dan lebih hati 2 lagi kalau ke pasar. Sekarang pasar diberi CCTV dan pengamanan penuh. Dalam hati Feti dasar curut. Maunya enak 2 an merampasa hak orang. 

Penulis 

Prihariyani,S.Pd.,M.Hum.

SMPN 3 Mranggen

Demak

Jawa Tengah

Senin, 05 Juli 2021

PEPAYA EMAS _ CERPEN

 Rita berjalan cepat diikuti teman _ temannya. Mereka ada kumpulan anak _ anak berusia belasan tahun. Mereka berlima. Rita, Reza,Charlote,Hiĺly dan Vione. 

Hari itu hari libur anak _ anak biasa berkumpul. Jalan _ jalan agak sepi banyak kantor yang tutup. Hanya rumah yang ramai karena keluarga lengkap ada dirumah. Mereka melewati rumah Dion. Dion sedang berada dipojok rumah. Langkah mereka  pelan karena ada percakapan yang agak keras terdengar. " Lapar mak, belum makan." "Mak tidak punya beras,sudah habis. Hari ini mak agak sakit kepala pusing jadi mak tidak bisa bantu berjualan dipasar . " Dion , kamu lapar?" "Ndak mak, Dion puasa." Ayah Dion luar kota sudah tiga tahun tidak pulang. Mereka bertiga. Kelima  anak itu menangis mendengar percakapan itu. Mereka kenyang, sementara sahabat mereko Dion kekurangan. Dion tidak pernah mengeluh. Dion baik dan semangat dalam menghadapi hidup. "Hey, Dion ! Ikut kami tidak jalan _ jalan?" Tidak teman _ teman aku mau buat tugas prakarya untuk besok. " Mereka berlalu. Perjalanan anak _ anak masih berlanjut. Tetapi pikiran mereka ke keluarga Dion. Anak _ anak melewati kebun luas milik Haji Iftikhar. Pak Haji sedang panen buah melon, mangga,semangka,anggur juga pepaya. Anak _ anak mendekat. Mereka membantu dikebun. Salah satu anak itu adalah keponakan Haji Iftikhar. Mereka berpencar ke jenis tanaman yang disukai. Ada yang foto_ foto , membantu memasukkan ke keranjang dari pegawai pak Haji dan makan apel dibawah pohon. Sekitar satu jam anak _ anak pamit pulang. Mereka melewati panenan Pepaya. Anak _ anak melihat dikeranjang dan bertanya . " Pak Haji pepaya itu tidak dimasukkan dibak cuci? " "Tidak , itu tidak terpakai, hanya rusak sedikit kulitnya. "Kalian mau?" "Mau pak.""Ambil saja semua." Anak _ anak masing _ masing membawa empat pepaya. Tapi karena besar _ besar mereka mencegat motor Tosa yang biasa lewat mengantar beras. "Nah ,itu kosong!" Pak Lek boleh nunut bawa pepaya ke pasar? " Boleh mau diapakan?" " Mau saya jual Pak Lek,tadi dikasih Pak Haji Iftikhar." Mereka ke pasar menawarkan pepaya itu. Semua laku tiga ratus ribu rupiah. Tidak semua pepaya dijual ada satu mau diberikan ke Dion. Dipasar sambil menunggu Lek Hasyim kulakan beras mereka jajan pecel , bakwan jagung dan kolak pisang. Mereka bawa uang sepuluh ribu tiap kali kumpul _ kumpul. Uang itu untuk makan bersama dan diberikan pada pengamen, pemulung atau peminta _ minta. 

Balik lagi anak _ anak nangkring di Tosa. Mereka membelanjakan seratus lima puluh ribu untuk sembako sisanya diberikan tunai. Mereka juga membelikan es Gempol dan Mie Kopyok untuk Dion dan keluarganya. "Turun pak Lek, suwun." "Ok, segera pulang ya, sudah mendung.""Njih, pak Lek."  

Pintu rumah Dion terbuka Dion masih sholat dhuha dibelakang rumah. Adiknya tidur. Mereka memberi salam. Dion kaget. " Lho kok pada kesini ada apa?" Tidak apa _ apa ini ada sembako dan makanan juga uang untuk kamu dan keluarga tadi kami diberi pepaya Pak Haji Iftikhar lalu kami jual dam belikan ini." Ibu Painem mendengarcerita anak _ anak itu menangis. Dia pulang tadi diminta membantu tetangganya memasak karena akan ada arisan. Pulangnya dibawakan masakan. Anak _ anak diminta makan tapi masih kenyang. Adik Dion Calepo dibangunkan dan makan dengan lahap. Dia belum makan. Tadi pagi hanya makan nasi putih dengan kecap. Anak _ anak menyerahkan Mie Kopyok yang dibeli untuk keluarga Dion. Dion bilang kalau dia puasa. Anak _ anak langsung menutup mulut dan malu. Mereka pamit pulang. Tetapi tiba _ tiba awan gelap menyelimuti , petir menyambar kian kemari. Hujan turun dengan lebatnya selama dua jam. Anak _ anak dibuatkan teh hangat dan makan pepaya yang tadi diberikan. Sudah dikupas oleh Ibu Nem dan tahu bakso mercon. Tiba _ Tiba lima orang tua mereka menjemput. Anak _ anak dan orang tua mereka melambaikan tangan berpamitan. Ditengah jalan mereka ramai bercerita tentang apa yang mereka kerjakan. Orang tua mereka geleng _ geleng kepala dan senang dengan aktifitas anak mereka kali ini. Dalam hati mereka memuji tapi hanya diwujudkan dengan mengelus kepala anak _ anak. 

Dua Minggu kemudian. 

Anak _ anak menjemput Dion akan diajak belajar kelompok. Mereka naik sepeda. Lho kok rumahnya rata dengan tanah. Anak _ anak mengucek _ ucek mata mereka karena ingin meyakinkan apakah mimpi. Mereka berpandangan. " Apakah kita mimpi?" " "Tidak" jawab mereka serentak. Spontan anak _ anak menangis histeris. Tetangga sebelah rumah Dion keluar. "Ada apa anak _anak mengapa kalian menangis?" Dion dimana bulek?" " Ooo Dion pindah ke gang delapan masih dikelurahan ini." Mendengar hal itu anak _ anak ceria seketika. Mereka pamit dan mengucapkan terimakasih atas informasi yang diberikan. 

Anak _ anak tiba digang delapan disitu  ada security dua orang dan pintu masuk cluster perumahan. Mereka berdebat betul tidak gang delapan. Tapi semua memang mendengar kalau Dion pindah digang delapan. Mereka mencari disekeliling jangan _ jangan ada rumah sederhana milik Dion. Karena mencurigakan mereka dipanggil security. "Anak _ anak ada yang bisa bapak bantu?" " Maaf pak , kami mau tanya apakah ada Dion disini? " Seperti apa fotonya?" " Ini pak." "Ooo yaa dia rumahnya paling pojok" Anak dari Bapak  Pram. Adiknya bernama Calepo kan? " " Betul pak" Ayo masuk mana kartu pelajarnya dan isi buku tamu!" "Siap pak." Anak _ anak menuntun sepeda disamping pos dan diantar salah satu petugas jaga. 

Mereka tiba dirumah itu sangat besar rumah lantai tiga dengan kolam ikan besar disamping garasi dan disamping ruang tamu ada kolam renang. Mereka melihat _ lihat kedalam dan berdebar _ debar. Tiba _ tiba Dion dan Calepo berlari memeluk kelima anak _ anak itu. Mereka menangis. Ibu Nem datang tampak bersih dan cantik. Dia memanggil suaminya. Bapak Pram keluar mereka tahu apa yang diceritakan Dion dan keluarga tentang sahabat Dion. Jamuan makan sangat luar biasa disiapkan oleh asisten rumah tangga dirumah Dion. Anak _ anak takjub. Mereka boleh berenang kalau mau. Tapi mereka masih malu. Pak Pram berkata kalau setiap kali makan harus ada pepaya dimeja. Dan didepan rumah juga ditanami pepaya juga ditaman lantai tiga. 

Anak _ anak sangat senang. Pak Pram merantau dan memiliki usaha dibidang souvenir diseluruh Indonesia. Pak Pram menyampaikan kalau kelima  anak _ anak itu akan diberi bea siswa sampai Perguruan Tinggi dimanapun diterima. Sebulan kemudian anak _ anak dan keluarga mereka diajak jalan _ jalan ke berbagai tempat wisata di Indonesia bahkan juga sampai ke mancanegara. Haji Iftikar diberi mobil pick up baru untuk mengangkut  panenan. Dan pemilik Tosa yang mengantar juga belikan pick up. Pak Pram membangun Musholla. 

Dia memiliki kebun pepaya lima hektar anak _ anak dan siapa saja boleh mengambil sepuasnya. Keluarga Dion masih sama sederhana dan baik dalam ucapan dan tindakan. Membumi meski sudah tinggi. 

Kisah yang mengharukan tentang kebaikan. 

Penulis 

Prihariyani,S.Pd.,M.Hum.

SMPN 3 Mranggen

Demak 

Jawa Tengah 

Rabu, 30 Juni 2021

KISAH ORANG BAIK_ CERPEN

 Pak Marjo keluar dari rumah. Pagi _ pagi setelah makan Pak Marjo langsung berangkat. Pak Marjo menjadi pemulung. Dia berjalan pagi 2 dengan memakai pakaian bersih sehingga anaknya tidak tahu. Pulang bawa uang hasil seharian berkeliling.

Peluh seharian menjadi teman Pak Marjo bertahun 2. Pak Marjo memiliki satu anak bernama Jardi. Jardi berumur tiga belas tahun. Jardi tidak sekolah. Dia pekerjaannya bermain dengan teman 2 nya tidak karuan. 

Jardi sering minta uang ayah dan ibunya dengan kasar. Pak Marjo dan istrinya menasehati tetapi Jardi berani sama orang tua. 

Bangun siang Jardi makan. Mandi dan pergi minta uang ibunya yang dirumah jualan sapu lidi. Jardi naik sepeda kumpul 2 dengan teman 2 nya di pos. Bermain gitar mengobrol gak jelas topiknya. 

Mereka kadang masak ayam yang mengambil dari ayam tetangga. Pernah mereka didenda karena ambil ayam tanpa beritahu pemiliknya. Ortu Jardi yang mengganti. 

Sore pulang kerumah. Jardi lapar dia minta makan. Kemudian dengan lahap dimakannya yang ada di almari kayu kecil. 

Jardi hanya menyisakan sambal tomat. Lajk dihabiskan semua. Ibunya menegur.Jardi pura _ pura tidak dengar. Bu Marjo sedih. Dia mendekati anaknya. Tapi anaknya tidak mau. "Kesana, bu. Ngapin dekat _dekat!"

Malam itu Pak Marjo pulang. Jardi sudah gak ada dirumah. Dia selalu menghindar ketemu bapaknya. Pak Marjo mencari keluar tapi tidak menemukan Jardi. 

Jardi melihat ayahnya dan mengusir suruh pergi. Dia malu kepada teman 2 nya karena dia paling miskin. Ayahnya juga kumal. 

Pak Marjo pulang. Tetesan air mata membasahi kaos sepanjang jalan. Jardi pulang. Dia membentak 2 ingin dibelikan motor. Ortu mereka bilang kalau tidak punya uang. Jardi melempar semua barang dan memecahkan barang 2. Dia sangat marah dan kecewa. Jardi berkata kasar kepada ayahnya. Ibunya hanya memeluk Jardi dan mengingatkan. 

Esok harinya Ayah Jardi keluar rumah. Dia berkeliling memulung. Pak Marjo melihat ada anak kecil hampir digigit anjing disepan rumah. Tapi pintu gerbang terkunci. Pak Marjo dengan spontan melompat dan merangkul anak itu dibawa ke dalam. Setelah menghela anjing itu ke kandang. Dalam hitungan detik anak itu diselamatkan. Anak kecil itu menangis keras. Keluar dari dalam baby sitter dan berteriak 2 karena ada pemulung masuk. Tetapi anak kecil itu bilang kalau tadi dia hampir digigit anjing. 

Pak Marjo pamit. Dia berkeliling lagi mencari sampah. Pak Marjo dihentikan sma Satpam. Pak tidak boleh ambil sampah disini. Ya maaf. Karena bapak melanggar ikut kami. Pak Marjo ketakutan dia tidak pernah melanggar apapun dalam kehidupannya. Didalam pos pak Marjo diminta datang ke rumah Ibu Naren yang tadi dia tolong anaknya. Ternyata Bapak Yakub dan Ibu Naren adalah konglomerat yang memiliki tujuh rela estate diwilayah tersebut. Anaknya yang tadi di tolong.

Besok pagi bapak diminta ke rumah Ibu Naren dan keluarganya. 

Pagi harinya Pak Marjo mengajak istri dan anaknya ke rumah Ibu Naren. Jardi tidak mau tapi dipaksa oleh ayahnya.Mereka bertiga masuk. Sandal dilepas diluar pagar. Pak Yakub mendekat.  Pak Marjo menunduk. Bu Marjo juga menunduk. Jardi  melihat sekeliling tampak takjub dengan rumah yang sangat megah itu. Ibu Naren dan anak kecil yang ditolong Pak Marjo datang. Ikut duduk diruang tamu. Tiba 2 Pak Yakub bilang kepada Keluarga Pak Marjo kalau dia menyerahkan salah satu  Perusahaan bidang konstruksi miliknya kepada Pak Marjo. Jardi kaget hampir saja dia pingsan. Pak Marjoe menyampaikan kalau dia tidak bisa. Pak  Yakub hanya bilang semua lengkap dengan pegawai yang bekerja. Pak Marjo pemiliknya. Mereka menangis tidak menyangka akan rejeki dari Allah saat itu. 

Sekarang Pak Marjo dan keluarga bahagia. Jardi berubah. Dia rajin sekolah dan bertekad ingin seperti Pak Yakub. Jardi sangat senang. Dia bangga dengan ayahnya. Rumah mereka sekarang yang paling bagus didesanya. Depan rumah mereka selalu ada paket sembako untuk warga setiap hari. 

Penulis 

Prihariyani,S.Pd.,M.Hum.

SMPN 3 Mranggen

Demak

Jawa Tengah



Kamis, 24 Juni 2021

MATOA _ CERPEN

 Menjelang sore Karin datang ke sekolah tempat dulu dia belajar. SMP  di sekitar Pamularsih,Semarang. Karin naik alat transportasi online. Dia janjian sama teman 2 nya ke acara mantu teman alumni. 

Karin melihat sekolahnya yang dulu.  Sangat teduh,indah kokoh dan megah. Teringat masa lalu dia bercanda dengan teman 2 nya. Lepas dan penuh keakraban. Karin menyapa penjaga yang keluar menemui. Dia tidak tahu kalau Karin dulu alumni disekolah tersebut. Karin meminta ijin dan menjelaskan kepada beliau. Sambil menunggu teman 2 nya datang Karin duduk ditangga teras depan sekolah. Kebetulan bapak penjaga dan tetangganya sedang panen Matoa. Karin diberi satu plastik dan ikut makan disitu. Karin melihat alangkah damai dan bahagia hidup mereka. Bisa tertawa dan bercanda meski hanya menikmati buah Matoa. 

Selang lima belas menit  teman Karin datang nampaknya mereka sudah banyak kenal dengan keluarga penjaga sekolah tersebut. 

Karin melepas kangen dengan bersalaman dan berbincang 2 penuh bahagia di teras SMP. Mereka keliling sebentar foto 2. Karin pamit kepada penjaga sekolah. Dia panggil anak mereka yang kecil kemudian diberi uang. Penjaga sekolah kaget karena tidak menyangka akan diberi uang oleh Karin. 

Mereka pamit . Tiga mobil beriringan ke acara  hajatan. Disana telah tersedia aneka hidangan. Mereka mendukung  teman yang mantu.  Diskusi dan bincang 2 dengan akrab. 

Acara selesai mereka pamit pulang. Pulang mereka mampir di Kopi Blirik. Senang sekali mereka menghabiskan waktu disana. Malam tiba. Pulanglah mereka dengan senang hati.

Penulis

Prihariyani,S.Pd.,M.Hum.

SMPN 3 Mranggen

Demak

Jawa Tengah

Senin, 21 Juni 2021

CITA _ CITA PUISI

 Berselancar didunia maya

Aktifkan aplikasi untuk belajar 

Menggapai cita 2 

Penuh semangat

Penuh perjuangan 

Saat kuota habis

Tetap berusaha

Saat sinyal hilang

Menuju ke gunung

Mencari tempat

Ke kota atau desa rekan 2 nya

Belum dapat sinyal

Waktu kuliah gigih menjawab

Sungguh hal yang patut dibanggakan

Anak 2 bangsa

Dalam mencari ilmu

Dengan segala upaya 

Ingin sejajar dengan temannya

Semoga langkah anak 2 dimudahkan

Diberkati

Dan diridhoi Allah

Amin

Penulis

Prihariyani,S.Pd.,M.Hum.

SMPN 3 Mranggen

Demak

Jawa Tengah


BERMAKNA _ PUISI

 Jadikan diriku 

Ya Tuhan

Bermakna 

Walau kecil

Walau tanpa biaya

Tetapi dinanti

Ditunggu

Untuk memberikan senyuman

Memotivasi semangat

Mengajak berkarya

Bagi sesama

Jika boleh aku berjumpa

Akan ku ajak semua orang

Yang butuh akan rejeki

Untuk menghasilkan sebuah karya

Bila karya mereka terjual

Anak _anak dan keluarga bisa makan

Bisa  berteduh tuk bayar sewa atau kebutuhan lainnya

Lancarkan usaha saudara 2 ku ya Allah

Dalam berniaga 

Berikanlah kami ilmu 

Dan saudara 2 yang suka hati share ilmu 

Untuk kebahagiaan dan kemakmuran bersama 

Lindungi kami dari hal 2 yang tidak benar 

Dan penghalang atas niat baik

Agar masyarakat Indonesia sejahtera

Luruskan tekad kami selalu

Bukan untuk menipu

Bukan untuk memanfaatkan

Tidak juga untuk kepentingan pribadi

Ya Tuhan terimakasih

Semoga langkah kecil ini bisa menjadi jembatan manfaat 

Tuk mendukung pemerintah 

Menciptakan kesejahteraan 

Meski kecil

Meski tidak seberapa

Amin. 

Penulis

Prihariyani,S.Pd.,M.Hum.

SMPN 3 Mranggen

Demak

Jawa Tengah





LEBARAN _ CERPEN

 Pagi yang cerah tanggal 2 Mei 2022. Hari pertama lebaran tahun 2022. Pandemi covid sudah berlalu. Hari yang dinanti banyak umat muslim di d...