Minggu, 12 Juli 2020

PLONGKOWATI GANG I ( PIDATO AYAH ) _ CERPEN

Sore itu aku belajar diruang depan. Kami memang setelah maghrib belajar sampai pukul delapan. Kami semua buka buku mengerjakan tugas masing_ masing.Kami mengambil tempat favorit untuk belajar. Kami banyak yang selalu rangking satu disekolah berturut _ turut. Saya disekolah dasar tidak masuk sepuluh besar tetapi di SMP selalu rangking satu dikelas.Di SPG masuk sepuluh besar. DiPerguruan Tinggi nomer satu dikelas dan nomer tiga se fakultas IPK nya juga memperoleh beasiswa Super Semar. Saat tes di IKIP PGRI peringkat sepuluh. Masuk perawat tidak diterima karena tingginya.hanya 149. Kriteria masuk tinggi badan 150. Adik ketiga juga selalu rangking satu di SD sampai SPK. Ujian masuk di SPK Elisabeth jiha rangking satu. Sekolah mendapatkan Ikatan Dinas. Penenpatan Kerja dan Uang Saku / gaji. Dia juga jadi instruktur / pelatih mahasisws / siswa perawat yang belajar tentang deteksi jantung. Dia pernah menjabat sebagai Kepala ICU RS Elisabeth dan Kepala Logistik Ruang ICU RS Elisabeth. Adik keempat cowok juga rangking satu saat seleksi Sekolah Musik di Yogya. Dan rangking satu juga saat sekolah disini. Dia mengambil jurusan alat musik piano. Bekerja sebagai guru ektra musik. Juga sebagai pengajar piano dikota Semarang. Bukan ranking satu menjadi kebanggaan hanya rasa senang karena jerih payah belajar mendapat pengakuan. Kami cinta dan tekun belajar. Orang tua selalu memantau belajar kami. Hingga sering ayah/ ibu saat nengambil raport diberi hadiah dan banyak ucapan selamat. Saat saya menerima besiswa Super Semar dan bersalaman dengan Bapak Rektor , rasanya saya bangga sekali. Juga saat SPP diSMP gratis karena rangking satu saya juga senang karena bisa meringankan beban orang tua. Puncaknya saat saya mendapat katanya rekor Nilai Ebtanas Murni terbaik di SMPK EKarini. Pelepasan siswa dilakukan sore hari. Orang tua datang dengan anak_ anak. Aku tidak tahu acara hari itu. Karena hanya sebagai tamu undangan bukan panitia. Tiba diacara lain _ lain. Ternyata aku dan ayah harus tampil didepan menerima penghargaan karena mendapat nilai terbaik. Aku maju kedepan menerima hadiah. Kemudian ayah diminta berpidato didepan hadirin. Aku merasa terharu. Ku beri hadiah itu pada ayah. Sebuah moment yang sangat langka. Ayah dan Ibu yang selalu mendukung menjadi ynag terbaik. Banjir ucapan selamat dan tepuk tangan dari yayasan, Kepala Sekolah, tamu undangan. Juga teman _ teman semua membuatku sangat terharu. Ingat jerih payah orang tua dan doa ayah digereja yang tidak pernah absen. Hujan panas selalu beribadah. Demikian juga Ibu dengan sabar menjadi pribadi mulia. Catatan diatas bukan sebagai kesombongan habya ingin saya tulis untuk momen_ momen indah saat belajar. Saya merasa prestasi pambaca blog ini lebih hebat. Jadi ijinkan saya minta maaf. Tulisan ini hanya sebagai momen saja bukan bermaksud sombong. Penulis Prihariyani,S.Pd.,M.Hum. SMPN 3 Mranggen Demak Jawa Tengah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LEBARAN _ CERPEN

 Pagi yang cerah tanggal 2 Mei 2022. Hari pertama lebaran tahun 2022. Pandemi covid sudah berlalu. Hari yang dinanti banyak umat muslim di d...