Rabu, 06 Mei 2020

MONICA - CERPEN

MONICA Saat itu aku diberi tugas untuk workshop guru RSBI ( Rintisan Sekolah Berstandar Internasional ) tingkat propinsi Jawa Tengah. Saat seperti ini senang rasanya karena akan bertemu dengan teman – teman untuk diajak berdiskusi tentang kemajuan – kemajuan dan pengalaman mengajar dari sekolah masing – masing. Check in kami lakukan ditempat yang ditunjuk . Kami mulai berdatangan ada yang datang bersama rombongan ada yang datang sendiri . Aku di antar oleh suami dan anak. Saat memasuki kawasan tersebut begitu megahnya dan kami memilih parkir dibelakang. Setelah mendapat nomer kamar aku mencari dan ketemu. Disana sudah ada guru – guru Bahasa Inggris dari Semarang, Salatiga, Solo, Pemalang dan saya dari Demak. Sambil menata barang bawaan kami memperkenalkan diri dan saling berbincang. Saya mendapat tempat tidur didekat pintu depan sebelah selatan sementara sebelah utara adalah jendela besar seperti bentuk jendela Belanda. Salah seorang guru yang bercerita tentang keluarganya dengan nada yang lucu sehingga kami tertawa terpingkal – pingkal. Waktu aku lihat kearah temanku saat itu aku seperti melihat monyet. Jadi dia berbulu dan bercerita dengan nada yang konyol. Aku membelalakkkan mata dan tetap mahluk itu kulihat. Aku ketakutan tetapi aku tidakberani bilang kepada teman – teman. Hanya aku bilang sama teman – teman kalau aku mandi pintu tidak kukunci karena kamar mandi gelap padahal sebenarnya aku takut. Aku berusaha menutupi biar teman – teman tidak takut. Dan mereka bilang tidak apa – apa. Kegiatan hari itu menjelang hari terakhir , aku dan teman – teman duduk diteras depan sambil minum teh dan makan snack . Pada saat kami asik berbincang – bincang ada bapak – bapak yang berlari – lari , kebetulan saya kenal salah satu diantaranya . Saat kutanya ada apa pak? Dia bilang ini dik baru mengejar hantu. Kok hantu pikirku. Kenapa dikejar ? Katanya karena mereka melihat dua seorang wanita duduk diteras mereka dan saat ditanya lari dan menghilang dibelakang jendela kamarku. Wah, kok kamarku ya, aku takut sekali. Kami ibu – ibu ketakutan karena dia adalah sosok gadis keturunan Belanda yang meninggal disitu. Dia selalu memberi penampakan pada orang – orang yang menginap disana. Aku dan teman – teman tidak konsentrasi lagi menghabiskan makanan kami padahal kami baru beli mie rebus,mie goreng yang enak rasanya sama sate. Kamipun memutuskan untuk tidur. Tetapi aku tidak berani tidur karena aku ketakutan dan ada rekan guru dari Salatiga yang mengalah menemani aku , sungguh baik sekali dia. Dia menjaga aku dan aku bersyukur kepada Tuhan karena tidak terjadi apa – apa meskipun telah melalui malam yang menakutkan . Aku ingin pagi segera datang . Datanglah mentari pagi kusambut dengan ceria. Kejadian tersebut tidak akan pernah kami lupakan seumur hidup kami. Penulis Prihariyani,S.Pd.,M.Hum. SMPN 3 Mranggen Demak Jawa Tengah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LEBARAN _ CERPEN

 Pagi yang cerah tanggal 2 Mei 2022. Hari pertama lebaran tahun 2022. Pandemi covid sudah berlalu. Hari yang dinanti banyak umat muslim di d...