Selasa, 05 Mei 2020

BONIA _ CERPEN

Pagi itu Bonia pergi ke sekolah.
Dia tergesa _ gesa berangkat karena rumahnya agak jauh dan harus berjalan kaki.
Antara sekolah dan rumah berjarak delapan kilometer.
Dia harus melewati jalan raya dan lalu lalang suasana pagi atau siang hari. 
Bonia selalu semangat.

Siang itu Bonia mendapat pelajaran agama diskusi tentang pelayanan kepada sesama. Pelajaran dilaksanakan diluar kelas. Didepan halaman yang rindang dan sejuk. Anak _ anak sangat antusias.
 Mereka selalu tekun belajar.
Dikelas Bonia terutama anak laki_ lakinya sangat bandel.
Mereka sering bertengkar.
Tetapi terus berdamai.
Anak _ anak perempuan suka bahas makanan dan pakaian.

Pekerjaan rutin Bonia adalah menyapu jalan menggantikan ibunya yang sakit.
 Itu dilakukan sejak SD sampai SMA.
Dia rutin menggamtikan tugas ibunya.
Hari libur justru Bonia bekerja keras karena terkadang ada event dipusat kota dan  beberapa pengunjung membuang sampah seenaknya.

"Hey , kemari!" kata seorang bapak.
 Bonia menoleh hanya ada dia.
Kemudian dia mendekat.
"Maaf bapak memanggil saya?" tanya Bonia
. "Ya , saya perhatikan dari tadi kamu gesit dan rajin menyapu meski panas."
 "Apa kamu tidak sekolah?"
" Saya sekolah pak."
Mereka berbincang _ bincang sebentar. Bapak itu meminta alamat Bonia.
Bonia pamit.
Melanjutkan menyapu ditempat lain.
Bonia kadang berhenti untuk minum.
Dia membawa botol berisi minum air putih sebagai bekal bekerja.

Dua minggu kemudian.
Bonia menyapu didepan kantor.
Dia mendapat tugas baru menjadi ckeaning service disebuah kantor.
Dia senang sekali karena tidak panas lagi saat bekerja.
Dia masuk ke kantor.
 Disitu kantor bos pemilik perusahaan alat _ alat elektronik.
Bonia minta ijin dan dipersilahkan untuk membersihkan.
Ruangan yang sangat bagus.
Dia tidak berani menatap bos nya seorang wanita yang sangat cantik dan berwibawa. Selama setengah jam dimembersihkan ruangan dan benar _ benar rapi.

Kantor Bonia ada meeting.
Dia bertugas menyiapkan konsumsi.
 Saat dia selesai menyiapkan konsumsi tiba _ tiba dia melihat bos nya didatangi dua orang akan merampok.
Bonia ketakutan.
 Dia menghubungi security.
Dengan sigap security datang dan mengatasi masalah.
 Kantor gempar dan  rapat ditunda.
Tamu _ tamu yang hadir belakangan sangat mengkhawatirkan keselamatan mitra kerja mereka.
Bos pemilik perusahaam dibawa ke Rumah Sakit untuk mendapatkan perawatan kesehatan karena mengalami sesak nafas.

Bonia ingin menjenguk bos nya.
 Dia naik sepeda boncengan dengan adik laki _ lakinya.
 Dia mampir beli jeruk satu kilo.
Kemudian dia datang ke Rumah Sakit.
Dia masuk keruangan dengan adiknya. Bosnya kaget, kenapa Bonia datang. Hampir dua hari dia opname karyawannya belum ada yang jenguk.
 Baru Bonia yang datang .
Bosnya menangis.
 Bonia pamit pulang.
 Saat pulang Bonia berpapasan dengan tamu yang mau menjenguk disitu.
"Bapak ?" kenapa kemari.
" Kamu menengok siapa?" Bapak itu balik tanya.
" Ini anak saya, yang sakit."
 Lho . Bonia kaget.
"Permisi pak. "
 " Ya, silahkan hati _ hati."
Pagi itu Bonia masuk kantor.
Dia membersihkan kantor bosnya juga. Hari itu pertama Bos Bonia masuk lagi. " Nia kesini!"
" Ya ibu , apa yang bisa saya bantu?"
"Ini bukalah!"
Bonia membuka amplop itu.
Dia baca dengan gemetar.
Bonia baca berulang _ ulang hampir tidak percaya. Dia diminta jadi pimpinan kantor cabang didekat tempat tinggalnya.
Bonia mendekat mencium tangan bos nya. Bosnya berkata itu karena referensi dari ayahnya.
Bonia menangis dan berterimakasih atas anugerah itu.

Penulis
Prihariyani,S.Pd.,M.Hum.
SMPN 3 Mranggen
Demak
Jawa Tengah





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LEBARAN _ CERPEN

 Pagi yang cerah tanggal 2 Mei 2022. Hari pertama lebaran tahun 2022. Pandemi covid sudah berlalu. Hari yang dinanti banyak umat muslim di d...