Minggu, 03 Mei 2020

KEBAIKAN DI UJUNG PERJALANAN _ CERPEN

Mbah Rufiah sedang berjalan melewati depan rumah. Mbah Ru selalu menoleh ke rumah ibu Clara. Dia berlalu karena rumah sepi. Rumah ini sering sepi karena bapak dan ibu penghuninya bekerja sampai sore bahkan hari Minggu  juga berangkat. Kedua anak  mereka Rita dan Reza juga kuliah sampai sore.

Siang itu mbah Ru mampir kerumah bu Clara. Mbah Ru bekerja sebagai  dukun pijat. Mereka menemui mbah Ru dan diajak bincang _ bincang. "Mbah ayo bareng makan disini" kata ibu Clara. Mereka kemudian bersama _ sama makan. Mbah Ru pamit pulang dan terkadang dibawakan makanan dan oleh _ oleh sekedarnya. Terkadang mbah Ru mencium kening anak _ anak ibu Clara dan mendoakan saat mereka mau tes dan ujian.  Hal itu berlangsung bertahun _ tahun sehingga membuat mereka seperti keluarga.

Mbah Ru berjalan dari rumah anaknya. Ibu Clara sedang menyapu jalan. Mbah Ru berhenti. Mbah Ru memberikan bungkusan ke ibu Clara. "Apa ini mbah? " " Ini makanan untuk ibu sebagian ya?" Dia memberikan makaanan itu. " Tidak usah mbah, untuk mbah saja." Tetapi mbah Ru sedih. Akhirnya makan itu diterima. Mereka bincang _ bincang sebentar. Mbah Ru berjalan kembali menuju rumahnya.
" Bu, besok mau wisata ?" " Lho kok mbah tahu ? " " Ya mbah, doakan lancar dan selamat ." " Ya,bu hati _ hati dijalan. Ibu Clara pergi wisata ke Jawa Timur. Di pantai Kelayar, Goa Gong, BNS ibu Clara menghabiskan waktu dengan teman _ temannya. Pulang dari wisata ibu Clara memanggil mbah Ru untuk memijat. Tiba _ tiba mbah Ru bilang kalau mbah Ru puasa dan berdoa selama empat hari agar wisata ibu Clara lancar. " Lho mbah kenapa begitu?" Ibu Clara terharu kenapa.ada orang sebaik mbah Ru. Sementara ibu Clara wisata ada yang berpuasa untuknya. Bu Clara mengagumi ketulusan mbah Ru. Air mata hampir meleleh dipipi. Tetapi sungkan karena ada mbah Ru.

Suatu kali ibu Clara jatuh terkilir kakinya. Ibu Clara memanggil tukang pijat mbah Am. Mbah Am memijat sekaligus membawa buah dan makanan banyak sekali. Mbah Am memijat selama dua jam. Ibu Clara memberi uang untuk jasa tersebut. Tetapi mbah Am menolak katanya sudah bisa ikut memijat dan menjadikan ibu Clara sembuh dia merasa bahagia. Dipaksa agar menerima uang juga tetap tidak mau. Wah baiknya . Hari berikutnya mbah Ru juga datang. Kenapa ibu, mbah Ru sedih. Dia memijat dan mengurut sampai lama. Tetapi sama juga tidak mau dibayar. Batin ibu Clara sangat terharu melihat kebaikan itu. Selalu ibu Clara selipkan doa nama _ nama mereka.

Sore itu ibu Clara sedang rapat dengan pengurus PKK. Tiba _ tiba ada tamu. " Bu Clara , ini ada nasi dari anak saya. " Siapa?" Anak saya ini khatam baca qur'an dan kami membagi syukuran ditempat mengaji. Tetapi anak saya sudah mengingatkan dari rumah. Ibu nasi satu itu disisakan dan harus diberikan bu Clara. Ibu tadi sampai heran . Bu Clara juga heran. Nasi kuning itu diberikan oleh seorang anak yang masih berumur sepuluh tahun dan harus untuk dia. Apa sebabnya? Dia heran. Kenapa ada yang seperti itu. Si ibu pergi dan bu Clara mengucapkan terimakasih serta menitipkan doa terbaik untuk anak itu.
Ibu _ ibu yang ikut rapat juga heran.

Sudah hampir satu bulan bu Clara tidak melihat mbah Ru. Bu Clara juga tidak melihat anak mbah Ru yang biasa lewat. Sore menjelang malam ada tamu. Kebetulan dirumah juga ada adik bu Clara.
Bu, ibu Clara. Mbah Ru sakit dan memanggil nama ibu terus." O ya kapan mulai sakit kok baru beritahu. "Ya bu, kami belum sempat beritahu. "

Segera malam itu bu Clara ke rumah mbah Ru. Disana sudah banyak orang tetangga sudah menangis karena mbah Ru sudah tidak bisa apa _ apa. Bu Clara memeluk mbah Ru. Mendoakan dan memegang erat tangan mbah Ru. Mbah Ru tersenyum. Dia membuka mata sebentar. Bu Clara pamit pulang. Tetea air mata terus menggenangi  wajahnya. Malam dia berdoa untuk mbah Ru. Supaya diberi kesembuhan.

Pagi hari menjelang subuh . Ibu Clara mendengar pengumuman dispeaker mushalla  kalau mbah Ru sudah tiada.
Badan ibu Clara lemas. Menjerit dan menangis. Keluarga juga ikut berduka dan menangisi kepergiaan mbah Ru. Mereka semua ikut takziah. Menunggu pemakaman sampai selesai. Ibu Clara terdiam dan sedih orang yang sangat baik dan berhati mulia meninggalkan dia.

Bu Clara beranjak pulang setelah mengikuti prosesi sampai akhir. Anaknya menghampiri. Ibu itu dibelakan ada sesuatu  . Ibu saya bilang mau memberi makanan untuk ibu kalau sembuh. Disitu berjejer menu yang dimasakkan anak mbah Ru untuk bu Clara .
Terimakasih tidak usah repot _ repot. Saya bawa yang ini saja silahkan yang lainnya dimakan bersama _ sama.

Doa dari siapa kita tidak pernah tahu kebaikan dari siapa kita tidak akan mengerti. Tangisan dari orang yang telah terdzolimi oleh kita , kita tidak akan pernah sadari.

Semoga Allah menerima mbah Ru disurga amin.

Penulis
Prihariyani,S.Pd.,M.Hum.
SMPN 3 Mranggen
Demak
Jawa Tengah


2 komentar:

LEBARAN _ CERPEN

 Pagi yang cerah tanggal 2 Mei 2022. Hari pertama lebaran tahun 2022. Pandemi covid sudah berlalu. Hari yang dinanti banyak umat muslim di d...