Kamis, 31 Desember 2020

LEK PAINAH _ CERPEN

 Lek Painah adalah seorang Ibu dari tiga anak bernama Mustakim , Khaira dan Revan. 

Lek Painah bekerja sebagai pengambil pasir disungai dan suaminya Lek Paimin bekerja sebagai buruh bangunan. Lek Painah dulu pernah merantau ke Tegal selama dua tahun ikut bu Yani merawat dua anaknya Rita dan Adam. Lek Painah orang yang rajin, sederhana, tanggung jawab dan cinta anak _ anak. 

Lek Painah dengan tetangga tidak pernah bermasalah. Kepada suami berbhakti selalu beribadah dengan tekun. Lek Painah juga baik hati. Hampir setiap dia belanja ke warung beli sembako atau lauk jika ada anak kecil beli pasti dibagi makanan yang ada. Lek Painah juga hormat dan sayang kepada orang tua. Pekerja keras. Subuh sudah ke sungai dhuhur pulang dapat uang belanja ke warung. Istirahat lalu masak. 

Ketiga anaknya selalu dituruti apapun yang di minta. Hari itu tepat 40 hari suami lek Painah meninggal. Lek Painah selalu menyediakan makanan yang bagus 2 untuk hajatan meski pekerjaannya biasa saja tetapi Lek Painah orang dermawan. Lek Painah beli banyak makanan. Dikirim ke masjid ataupun untuk dirumah. 

Selasa  malam lek Painah pergi keluar dengan anaknya laki 2 pertama bernama Takim untuk membeli makanan yang akan dikirim ke mushalla karena ada yang mengaji. Giliran tiap rumah memberi makanan sekedarnya dan semampunya. Lek Painah sudah punya banyak makanan tetapi masih ingin memberi yang terbaik. 

Penjual dipojok gang tidak ada. Anaknya mengajak pulang tetapi Lek Painah ingin beli ditempat lainnya. Saat memutar motor yang dikendarai ditabrak dengan kencang dari belakang. Beliau luka parah dikepala sementara anaknya sakit dikakinya. Ambulance membawa Lek Painah ke Rumah Sakit. Lek Painah tidak sadar selama dua har di RS pasca operasi . Hari ketiga tepat empat puluh hari suami dipanggil Tuhan Lek Painah menyusul. 

Duka menyelimuti keluarga saudara tetangga dan masyarakat yang mengenal Lak Painah. Kesan terbaik dan doa terbaik untuk beliau. Deras air mata dan doa mengiringi kepergian Lek Painah. Pribadi luar biasa pelayat tiada henti memenuhi rumah Lek Painah. Sampai malam wilayah kami berduka. Kehilangan salah satu warga terbaik berhati emas. Sampai larut pelayat terus berdatangan memberikan doa dan penghiburan untuk keluarga Lek Painah. 

Kini sosok mulia itu telah dipanggil Allah. 

Pribadi unggul yang meninggalkan nama baik juga contoh teladan dalam hidup bagi sesama. Namanya begitu indah meski hidup dibalut kesederhanaan. Semoga Allah mengampuni dosa beliau dan menerimanya di Surga. Semoga anak 2 nya juga selalu dalam lindungan Allah serta diberi ketabahan, keselamatan dan dijauhkan dari segala mara bahaya didekatkan dengan saudara 2 dan orang 2 yang mencintai mereka. Sukses mencapai cita 2 , soleh dan solehah amin. 


Penulis 

Prihariyani,S.Pd.,M.Hum.

SMPN 3 Mranggen

Demak

Jawa Tengah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LEBARAN _ CERPEN

 Pagi yang cerah tanggal 2 Mei 2022. Hari pertama lebaran tahun 2022. Pandemi covid sudah berlalu. Hari yang dinanti banyak umat muslim di d...